Selama sekitar 2 minggu terakhir, waktu
saya banyak dihabiskan dengan melahap 2 serial TV yang berjudul
Prison Break dan Heroes. Mungkin karena saya nonton dengan Maraton
atau karena memang 2 serial ini muncul di stasiun TV hampir bersamaan
sehingga membuat saya tergoda untuk membanding-bandingkan kedua
serial ini.
Prison Break (Season 1 dan 2)

Sesuai dengan judulnya, film ini memang
berkisah tentang upaya melarikan diri dari penjara. Tokoh utama dalam
film ini adalah Michael Scofield dan Lincoln Burrows. Dikisahkan
Lincoln Burrows ditangkap dan dijatuhi hukuman mati karena dianggap
membunuh Terrence Steadman, saudara dari wakil presiden. Hal ini
diperkuat oleh adanya bukti rekaman yang menunjukkan Lincoln sedang
menodongkan pistol ke jenazah Steadman dan fakta baru dipecatnya
Lincoln dari perusahaan Steadman. Sambil menunggu eksekusi, Lincoln
kemudian dijebloskan ke penjara Fox River.
Lincoln Burrows yang tidak bersalah dan
merasa dijebak, kemudian berusaha meyakinkan adiknya, Michael
Scofield kalau dirinya tidak bersalah. Awalnya Scofield tidak percaya
dengan ucapan kakaknya tersebut. Namun kemudian Scofield akhirnya
percaya dan sadar kalau kakaknya hanyalah korban dari sebuah
konspirasi tingkat tinggi. Scofield kemudian bertekad untuk
membebaskan kakaknya dan mulai menyusun strategi untuk membebaskan
kakaknya.
Scofield kemudian memulainya dengan
mempelajari cetak biru penjara Fox River dan memindahkan cetak biru
penjara fox river tersebut dengan merajah tubuhnya dengan tato yang
bisa menggambarkan detail fox river yang tersamarkan. Selanjutnya
Scofield mulai menjalankan rencana ke dua, Scofield kemudian
‘merampok’ bank yang dengan mudah digagalkan oleh polisi. Scofield
kemudian dihukum 5 tahun penjara di Fox River.
Setelah didalam penjara Scofield
kemudian mulai menyusun rencana untuk melarikan diri dari penjara.
Untuk itu ia kemudian, melobi John Abruzzi, seorang bos mafia yang
berkuasa di Fox River yang ditangkap karena kesaksian dari Otto
Fibonacci. Setelah lobinya berhasil, Scofield kemudian ‘dipekerjakan’
di Prisoner Industries (PI) oleh Abruzzi.
Di PI ini, Scofield dan Burrows harus
bekerjasama dengan napi lain, yang kelak juga akan memberi warna
dalam serial ini, selain Abruzzi, ada Fernando Sucre, teman satu sel
Scofield yang ditangkap karena merampok toko. Theodore Bagwell
(T-Bag), napi yang dipenjara karena melakukan pembunuhan berantai.
Charles Westermoreland, napi yang ditangkap karena pembajakan uang
senilai 5 juta dollar.Benjamin Miles Franklin (C-Note), seorang
tentara yang ditangkap karena dijebak atasannya yang tidak suka kalau
C-Note mengetahui adanya penyiksaan tahanan. David Apolskis (Tweener)
yang bergabung terakhir di PI, pemuda yang ditangkap karena
mencopet…
Selain melibatkan tokoh diatas, upaya
pelarian Scofield juga melibatkan beberapa tokoh lain, seperti
Charles Patoshik, seorang napi sakit jiwa yang mengetahui kalau
Scofield memiliki cetak biru fox river di badannya. Henry Pope,
kepala penjara Fox River. Sara Tancredi, dokter penjara, serta Brad
Bellick, kepala keamanan penjara.
Upaya Scofield untuk kabur dari penjara
digambarkan sangat berliku dan sangat seru sehingga saya dibuat
selalu penasaran dengan kisah bagaimana mereka bisa melarikan diri
dari Fox River.
Setelah berhasil melepaskan diri Fox
River, Scofield dan para napi yang berhasil kabur kemudian harus
bermain kucing-kucingan dengan para polisi karena mereka kemudian
menjadi buronan nomor wahid di Amerika Serikat. Cerita kemudian
menjadi lebih kompleks lagi, karena Scofield dan napi lainnya harus
beradu cerdik dengan Alexander Mahoney, agen FBI yang memiliki
ketergantungan obat. Selain itu Scofield juga harus berhadapan dengan
Agen Kellerman dan William Kim yang bekerja pada The Company, yang
sebelumnya merancang konspirasi untuk menjebak Lincoln Burrows. Adu
kecerdasan antara Scofield, Kellerman, William Kim, dan Mahoney
menjadi daya tarik tersendiri setelah Scofield berhasil melarikan
diri dari Fox River.
Secara keseluruhan, kisah karya Paul
Scheuring ini berlangsung secara menarik dan penontonpun akan dibuat
penasaran dengan lika-liku yang dialami oleh tokoh dalam serial ini.
Intrik dan kecerdasan penuturan dalam kisah ini juga menjadi candu
tersendiri dalam serial ini.
Heroes (season 1)

Heroes berkisah tentang sekelompok
manusia yang memiliki kelebihan yang diturunkan secara genetik.
Kelebihan genetik ini membuat mereka menjadi seperti manusia super
yang memiliki kemampuan yang unik dan istimewa. Sebagian dari mereka
menganggap keunikan mereka sebagai sebuah anugerah sebagian lainnya
menginginkan kehidupan normal tanpa keunikan yang mereka miliki.
Adalah Prof. Chandra Suresh yang
pertama kali menguraikan tentang sekelompok orang yang memiliki
kelebihan secara genetik ini. Dalam proses penelusuran pohon
kehidupan para manusia istimewa ini, Chandra Suresh dibantu oleh
Gabriel Gray yang juga memiliki kelebihan untuk dapat menyerap
kemampuan orang lain dengan mempelajari otak mereka. Awalnya Gabriel
Gray membantu Suresh dalam menelusuri jejak manusia istimewa ini,
akan tetapi kemudian karena ketamakannya Gray kemudian membunuh
Chandra Suresh dan memburu para manusia istimewa untuk dibunuh dan
diserap kemampuannya. Gabriel Graypun kemudian merubah namanya
menjadi Sylar. Tokoh antagonis yang paling ditakuti di serial ini.
Penuturan kisah di Heroes dijalin
dengan beberapa kisah tunggal yang kemudian dirangkai secara paralel
yang masing-masing memiliki benang biru untuk mendukung kisah utama.
Oleh karena itu kisahpun sering melompat dari tokoh yang satu ke
tokoh yang lain dan dari tempat satu ketempat yang lain.
Selain Sylar, tokoh utama dalam Heroes
adalah Claire Bennet, seorang cheerleader yang memiliki kemampuan
menyembuhkan diri secara cepat. Niki Sanders, yang memiliki 2
kepribadian yang bertolak belakang, dimana yang salah satu
kepribadiannya merupakan penjelmaan dari Jessica (saudara kandung
Niki yang telah meninggal). D.L, suami Niki Sanders yang mampu
menembuh ruang padat. Micah, anak Niki dan D.L yang cerdas dan mampu
berkomunikasi dengan mesin. Nathan Patrelli, seorang politisi yang
bisa terbang. Isaac Mendes, seorang pelukis yang mampu melukis masa
depan. Hiro Nakamura, yang mampu memanipulasi ruang dan waktu.
Officer Parkman, yang mampu membaca pikiran orang lain. Mr Bennet,
ayah angkat dari Claire yang selalu memantau keberadaan manusia
biasa, Mohinder Suresh, anak dari Chandra Suresh yang meneruskan
penelitian orang tuanya, The Haitian yang mampu membuat manusia
istimewa lainnya kehilangan kemampuan mereka bila berada didekatnya,
serta Peter Patrelli, tokoh protagonis paling hebat diserial ini yang
mampu menyerap kemampuan manusia istimewa lainnya yang bertemu
dengannya.
Tema yang diangkat Tim Kring dalam serial ini
sebenarnya adalah save the cheerleader, save the world. Pesan ini
pertama kali disampaikan oleh Hiro Nakamura kepada Peter Patrelli di
suatu gerbong kereta bawah tanah. Kisah kemudian berkisah tentang
upaya beberapa tokoh di serial ini untuk melindungi Claire sang
Cheerleader dan upaya mereka untuk menyelematkan dunia. Dan seperti
yang sudah saya jabarkan diatas, kisah pun sering melompat-lompat
dari bingkai kejadian satu ke kejadian lain hingga kisah ini usai.
Mana Yang Lebih Menarik??
Seperti yang saya utarakan di awal,
saya sangat tergoda untuk membanding-bandingkan kedua serial ini. Dan
menurut saya jika dilihat dari kisahnya secara keseluruhan, Prison
Break jauh lebih seru daripada Heroes. Alasan sederhananya adalah
saya sempat dibuat bosan oleh kisah dalam serial Heroes, sedangkan
kisah dalam Prison Break seperti candu yang mampu membuat saya selalu
penasaran hingga akhir episode. Selain itu, kisah dalam Prison Break
lebih masuk akal dibandingkan dengan Heroes. Yah… setidaknya itulah
pendapat saya…