Keitika Cinta Bertasbih

Ketikacinta_1Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya segala sesuatu. Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. Dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan (Q.S AN Najm 42-45).

Seminggu yang lalu gw beli novel terbaru karangan Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih Episode 1. Setting novel ini mengingatkan gw dengan novel Ayat-Ayat Cinta karena memiliki setting di negara yang sama. Perbedaan utamanya adalah pada pengisahan tokoh utamanya, di novel ayat-ayat cinta Kang Abik seakan-akan menjelma menjadi Fachri sehingga beberapa teman sempat bertanya ke gw ‘yang ngarang itu si Fahri ya Vid?’, sedangkan di Ketika Cinta Bertasbih Kang Abik tidak lagi ‘menjelma’ menjadi Azzam…

Novel ini sebenarnya tidak hanya berfokus pada Khoirul Azzam Saja, akan tetapi juga menuturkan tentang kisah Furqon dan Fadhil yang merupakan sahabat Azzam. Khoirul Azzam dalam novel ini dikisahkan sebagai pemuda cerdas yang terpaksa harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan keluarganya di Jakarta semenjak meninggalnya Ayah Azzam sehingga menyebabkan kuliahnya terganggu, Furqan digambarkan sebagai pemuda kaya yang sedang mengambil S2 di Mesir dan disukai oleh wanita, sedangkan Fadhil dikisahkan sebagai pemuda Aceh yang cintanya harus bertepuk sebelah tangan karena kesalahannya dalam mengambil keputusan.

Secara keseluruhan novel ini sangat menarik untuk dibaca karena sarat akan pergulatan dalam masalah perkuliahan, cinta dan konflik batin para tokohnya. Novel ini juga sarat akan pesan-pesan positif. Dimana Azzam yang pada awalnya sempat tertarik dengan Eliana yang cantik, kaya raya dan tidak sholehah kemudian sadar akan kekeliruannya. Kemudian perhatian Azzam berubah ke Anna Althafunnisa yang cantik, cerdas, dan sholehah. Namun permasalahan muncul ketika Azzam hendak melamar Anna, ternyata Anna sudah dilamar terlebih dahulu oleh Furqon. Furqon pun bukannya tidak mengalami cobaan dalam novel ini, lamarannya kepada Anna ternyata sempat digantungkan oleh Anna dan ketika jawaban Anna datang dan bersedia untuk dinikahinya ternyata ia sudah divonis positif AIDS. Sedangkan Fadhil mengalami konflik yang luar biasa hebat juga, ia yang bertekad untuk mengkhitbah pujaan hatinya yang bernama Tiara setelah selesai sidang ujian kuliah, ternyata keduluan oleh Zulkifli, sahabatnya waktu di Aceh. Tiara kemudian meminta saran Fadhil melalui Cut Mala (adik Fadhil) tapi karena rasa tinggi hati Fadhil dalam mengungkapkan rasa, ia pun seolah-olah menunjukkan rasa tidak sukanya pada Tiara dan Tiara pun akhirnya menerima pinangan Zulkifli. Mendengar kabar tersebut hati Fadhil pun remuk redam, ia menyesal atas perasaan tinggi hatinya.

Novel ini meskipun tidak sefenomenal Ayat-Ayat Cinta menurut gw, akan tetapi tetap mampu membuat gw menanti kelanjutannya dan penasaran tentang arah perjalanan tokoh utama yaitu Azzam selepas lulus dari Universitas al Azhar. Apakah settingnya berlanjut di indonesia ataukah ia akan kembali ke mesir untuk menempuh S2. Juga tentang siapa gadis yang akan dipilihnya, si cantik Anna Althafunnisa, Cut Mala, Eliana atau gadis lain?? Bagaimana nasib Furqon setelah divonis AIDS, apa yang akan dilakukannya dalam menjawab kesediaan Anna untuk dipinangnya?? Lalu apakah Fadhil dapat menemukan pengganti Tiara kelak??

Dan terakhir gw mau mengutip beberapa kata dalam novel ini yang menurut gw sangat menginspirasi dan gw suka:

  • ‘Tetaplah puas melakukan perbuatan yang baik. Dan biarkanlah orang lain membicarakan dirimu sesuka mereka.’ perkataan Phytagoras yang selalu memotivasi Azzam ketika dicap hanya lebih mementingkan bisnis tempenya dibanding kuliah.

  • Nasihat Syaikh muda ketika Azzam Sholat Jumat ‘Kenapa Allah mengaruniakan kepada kita dua tangan, dua kaki, dua mata, dua telinga, jutaan syaraf otak, tapi hanya mengaruniakan kepada kita satu mulut saja? Jawabnya, karena Allah menginginkan agar kita lebih banyak bekerja, lebih banyak beramal nyata daripada bicara. Maka ada ungkapan, man katsura kalamuhu katsura khatauhu. Siapa yang banyak bicaranya maka banyak dosanya! Dan karenanya Rasulullah SAW. Menasihati kita semua,’ Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata yang baik atau diam saja!’ Umat dan bangsa yang besar adalah umat dan bangsa yang lebih banyak kerjanya daripada bicaranya. Orang-orang besar sepanjang sejarah adalah mereka yang lebih banyak bekerja daripada bicara!’…. ‘Jangan biarkan orang lain lebih tahu banyak tentang dirimu. Bekerjalah dengan senang hati dan dengan ketenangan jiwa, yang membuat kamu menyadari, bahwa muatan pikiran yang benar dan usaha yang benar akan mendatangkan hasil yang benar!’

  • Perkataan Azzam kepada Nanang ketika menerima order Soto Lamongan meskipun ia belum pernah masak Soto Lamongan ‘Nyawa bisnis itu keberanian Nang. Dalam dunia bisnis yang berhasil adalah mereka yang emamahami bahwa, hanya perbedaan sedikit antara tantangan dan peluang, dan mereka mengubahnya menjadi keuntungan…..’

  • Pesan Adil Ramadhan pada Azzam,’Untuk mengetahui ilmumu bermanfaat atau tidak cukuplah kau lihat bekasnya. Jika dengan itu kau semakin takut kepada Allah dan semakin baik ibadahmu kepada-Nya, maka itulah tanda ilmumu benar-benar bermanfaat. Jika sebaliknya maka berhati-hatilah, Saudaraku!’

  • Serta nasihat Azzam kepada Fadhil ketika Fadhil menyesal karena telah menutupi perasaanya kepada Tiara ‘Dengar baik-baik perkataan Ibnu Athaillah, saya bacakan langsung dari kitab aslinya. Beliau mengatakan: Ia yukhriju asy syahwata illa khaufun nuz’ijun aw syauqun muqliqun! Artinya tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana!’……. ……. …’Pesanku hanya satu, kau jangan jadi pecundang, jangan jadi penghianat! Jadilah kau lelaki sejati. Kau jangan kalah oleh perasaan. Sebagian prasaan itu datangnya dari nafsu yang mengajak dosa. Tapi ikutilah petunjuk Nabi. Demi menjaga rahmat dan kasih sayang sesama manusia dan khususnya sesama muslim, Baginda Nabi sudah memberikan petunjuk yang indah bagi kita. Petunjuk dan tatakrama berkaitan dengan melamar wanita. Beliau dengan tegas mengatakan, ‘Haram hukumnya bagi seorang muslim melamar diatas lamaran saudaranya!’ Kita dilarang melamar wanita yang telah dilamar orang lain. Kecuali kalau wanita itu memang telah menolak, dan artinya masih kosong, tidak ada yang melamarnya, maka kita boleh melamarnya… … pecinta sejati bukanlah seperi yang ditulis Tiara dalam tulisannya. Pecinta sejati adalah orang yang mencintai karena Allah dan Rasul-Nya…’

One Response to “Keitika Cinta Bertasbih”

  1. olive Says:

    Nggak salah, memang KCB beda dengan cerita2 yang ada selama ini. KCB banyak menginspirasi. Tapi jangan salah, ada satu kekurangan yang menurut saya agak fatal juga nih. Ada satu bagian cerita tentang tertularnya Furqon dengan virus HIV. Kelanjutannya kok terkesan mendiskreditkan ODHA ya? Apa Kang Abik ini juga termasuk orang yang buta dan awam HIV/AIDS toh? Waduh bisa bahaya tuh. bisa bikin ketidaktahuan/kebodohan masyarakat tambah parah. Coba liat di http://odetholive.blogspot.com/2009/03/ketika-cinta-bertasbih-membodohi.html

Leave a Reply