Belajar Dari Nobita
Minggu lalu gw dapet email dengan subject Ending of Doraemon. Email itu berisi tentang kisah akhir dari doraemon yang harus berpisah dengan nobita karena kehabisan batere. Akhir dari cerita menurut gw cukup mengejutkan. Karena gw nggak nyangka kalo perpisahan dengan doraemon mampu membuat nobita berubah 180 derajat… Gw nggak pinter buat nyeritain ulang, untuk itu biar lebih jelas dan lebih seru tentang akhir dari doraemon lo bisa lihat gambar di bawah….
OK, sekarang udah baca khan ending dari doraemon. Gw cm mau sharing aja insight apa yg gw dapet dari cerita ini. Menurut gw ada beberapa hal yang bisa kita ambil dari cerita sederhana ini. Terutama jika kita melihat perubahan dalam diri Nobita. Perubahan itu menurut gw terjadi karena:
1. Nobita berubah karena ia tidak bisa selalu terlalu tergantung kepada Doraemon. Setelah doraemon tidak ada dia harus berusaha secara mandiri karena kantong ajaib yang dulu bisa diandalkan sekarang telah tiada. Begitupun dalam hidup kita apabila kita selalu bergantung pada orang lain hidup kita pasti tidak akan mengalami kemajuan. Nggak ada salahnya sesekali bergantung kepada orang lain, akan tetapi apabila hal itu terjadi secara terus menerus maka waspadalah kalau kita akan kesulitan untuk hidup mandiri.
2. Nobita berubah karena ia memiliki motivasi untuk dapat ‘menghidupkan’ doraemon. Nobita memiliki mimpi, mimpi yang harus ia wujudkan karena ia sangat meyakini akan mimpinya. Hal ini juga berlaku dalam kehidupan kita, jika kita memiliki mimpi dan motivasi, kita pasti akan berusaha untuk mewujudkan mimpi kita menjadi kenyataan. Akan tetapi tanpa motivasi, mimpi kita hanyalah ilusi belaka.
Well, itu yang bisa gw share buat lo semua. Bisa jadi apa yang gw share nggak tepat. Sekarang gimana menurut lo semua??















