James Yee dan Potret Buram dalam Perang Melawan Terorisme

2 hari yang lalu gw dan Bintang sempet ngemengin tentang working abroad. Kita ngemeng tentang hal-hal yang mungkin terjadi jika kita kerja di luar negeri. Awalnya kita ngemeng tentang hal ini tapi lama kelamaan omongan kita melebar dan mulai ngemeng tentang kisah James Yee di For God And Country.

For_god_and_countryJames Yee adalah warga Amerika keturunan Cina yang memeluk Islam ketika dia dewasa dan menjadi Ulama Muslim dikalangan militer Amerika Serikat. Bergabungnya Yee dalam militer Amerika Serikat karena ia terobsesi untuk membela negaranya dan karena dibenaknya Amerika menjanjikan kesempatan yang sama pada semua orang untuk mendapatkan kehidupan yang luar biasa, tanpa memandang siapa dan dari mana mereka berasal. Didasarkan pada keyakinan itu maka ia bergabung dengan West Point yang merupakan akademi militer yang sangat bergengsi di Amerika Serikat.

Ketertarikan Yee akan islam dimulai ketika ia membaca buku Understanding Islam: An Introduction to the Muslim World. Ia akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam pada tanggal 9 April 1991 dan setelah lulus dari West Point dia memutuskan untuk memperdalam Islam di Damaskus, Suriah dengan didasarkan oleh hasrat mengabdi kepada negara sebagai Ulama Militer Muslim yang pertama di Amerika Serikat.

Seteleh berhasil menjadi Ulama Muslim, Yee akhirnya menerima penugasan menjadi ulama militer pada bulan Oktober 2000, seperti yang pernah dia cita-citakan. Dia kemudian ditugaskan ke Guantanamo (Gitmo). Disana ia bertugas memberikan bimbingan bagi militer muslim dan pada tahanan di Guantanamo. Namun malang, niat baiknya malah berbuah penderitaan. Ia yang berpangkat Kapten sering dilecehkan oleh para tentara yang notabene secara pangkat berada dibawahnya, sebuah tindakan yang sangat indispliner. Ia yang kapten praktis tidak bisa berbuat apa-apa terhadap penyiksaan dan pelecehan yang terjadi di Gitmo hanya karena ia seorang muslim. Ia kemudian bahkan dijuluki sebagai Taliban Cina. Ia benar-benar tidak bisa berbuat apa -apa ketika lembaran Al-Qur’an digunakan untuk membersihkan lantai.

Bola salju dari pelecehan terhadap Yee makin membesar ketika pada September 2003, diakhir penugasannya di Guantanamo, dia ditangkap dan ditahan tanpa tuduhan. Awalnya ia ditahan selama 76 hari akan tetapi kemudian berlanjut dan berlanjut. Awalnya ia dituduh melakukan kegiatan spionase dan membantu musuh, kemudian tuduhan diubah menjadi pelanggaran administrasi dan pornografi. Namun semuanya tidak terbukti dan Yee akhirnya dibebaskan akan tetapi tidak ada satupun pihak yang mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Yee. Pihak militer pura-pura lupa akan kesalahannya. Pihak Media Massa yang sempat masuk kekehidupan Yee dan memelintir semua kejadian bahkan juga ikut-ikutan lupa ingatan!!

Setelah Yee bebas dari segala macam tuduhan, Yee kemudian kembali ke Militer, namun Konspirasi untuk menjungkalkan Yee terlalu mengakar, bahkan hingga kini status Yee masih ‘dalam pengawasan’. Akan tetapi Yee tidak mau larut dalam hal ini, ia kemudian memutuskan keluar dari militer dan berjuang menuntut keadilan atas peristiwa yang dialaminya.

Kisah yang dialami Yee ini seakan membuka mata kita akan sisi gelap perang melawan terorisme yang berlebihan dan tanpa aturan jelas yang akhirnya mengorbankan salah satu patriotnya. Apakah perang melawan terorisme benar-benar perang melawan teroris ataukah hanya kamuflase dalam perang melawan Islam?? Pihak gedung putih bersikukuh kalau agenda mereka bersifat politis bukan religius. Namun fakta berkata lain, retorika dan tindak tanduk Amerika dalam perang melawan terorisme justru terlihat menjadi perang melawan Islam. Yee dan buku ini dengan baik mendokumentasikan sisi gelap Amerika sebagai negara hukum. Amerika mungkin tempat menyandarkan mimpi bagi siapa saja namun bukan untuk ulama muslim seperti Yee…

Terakhir gw akan mengutip pernyataan di sampul buku ini: Yee mencintai Tuhan dan Amerika, namun salah satunya memenjarakannya..Sebuah pernyataan yang tergambar dengan jelas dalam kisah Yee….

Leave a Reply